Ijinkan aku bercurah hati sebentar.
Kawan, tolong jujur padaku, siapa sebenarnya aku? Mengapa aku ada di sini? Untuk apa? Jawab pertanyaan itu saja. Karena bagaimana aku bisa sampai sini, aku tahu itu. Aku sudah tahu. Aku mengalaminya dalam kendali kesadaranku. Aku punya jawaban-jawaban tanpa ada pertanyaan. Tapi aku juga punya sekian pertanyaan tanpa ada jawaban. Baiklah, aku tahu, kadang aku menanyakan sesuatu yang aku tahu jawabannya. Aneh bukan, bertanya atas sesuatu yang sudah kita ketahui jawabannya? Dipandang sekilas memang terasa aneh. Tapi bukankah seharusnya kita berhenti bertanya ketika jawabannya sudah ada? Lantas mengapa kita masih bertanya? Pikirkan sejenak. Mungkin, jawaban yang ada itu bukanlah jawaban yang sebenarnya. Atau mungkin, kita sama sekali belum pernah mendapatkan jawabannya. Dan mungkin saja, jawaban yang ada adalah jawaban sebenarnya, namun kita masih memandangnya dalam perspektif yang tidak tepat. Mungkin, kita masih melangkah ke dangkalan samudera jawaban itu, padahal sebenarnya jawaban yang kita inginkan ada di palungnya. Mungkin saja kan? Kemungkinan memang sangat banyak, tak terhingga, tak berbatas.
Kawan, jika kau menemukan jawaban atas suatu pertanyaan, kau tak akan pernah menanyakannya kembali. Kau akan meminta jawaban atas pertanyaan yang lain. Bukankah hidup ini untuk bertanya? Jika kau berhenti bertanya, maka berhenti pula hidupmu. Boleh saja kau tak percaya, tapi cobalah. Cobalah hidup tanpa bertanya. Kembalilah padaku setelah kau melihat hasilnya. Kembalilah, tangan ini terbuka untukmu. Kau boleh mencaciku jika pradugaku salah. Kau boleh mengiyakanku jika pradugaku benar. Kau boleh bertanya lagi, jika kau ingin menghidupkan hidupmu. Silahkan,aku tak akan lelah melayanimu.
Tunggu kawan, mengapa aku malah menasehatimu? Bukankah seharusnya kau mendengar curahan hatiku? Tidak, aku tak akan membiarkanmu lupa akan pertanyaan pertamaku. Tolong jawablah, siapa sebenarnya aku? Ini sungguh pertanyaan yang menghantui hari-hariku. Kau heran mengapa aku terus bertanya? Seperti yang sudah kukatakan, aku bertanya untuk hidup. Dan aku hidup untuk bertanya kembali.
No comments:
Post a Comment